Selasa, 24 September 2013
http://www.scribd.com/doc/170770464/-lap-Produksi-Ace-Life-Boby http://www.scribd.com/doc/170770464/-lap-Produksi-Ace-Life-Boby
http://www.scribd.com/doc/170770464/-lap-Produksi-Ace-Life-Boby
Senin, 23 September 2013
Makna dan
Sejarah Nasionalisme Indonesia
Ketika berbicara mengenai nasionalisme dalam konteks Indonesia pada saat ini, tentunya tidak terlepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perkembangan kontemporer kita saat ini. Kedua hal ini masih terus mempengaruhi nasionalisme, baik itu dari aspek definisi atau aspek praktikal, dan tidak hanya saling mempengaruhi, namun juga akan memunculkan silang pendapat antara golongan yang berusaha menghidupkan kembali
Ketika berbicara mengenai nasionalisme dalam konteks Indonesia pada saat ini, tentunya tidak terlepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perkembangan kontemporer kita saat ini. Kedua hal ini masih terus mempengaruhi nasionalisme, baik itu dari aspek definisi atau aspek praktikal, dan tidak hanya saling mempengaruhi, namun juga akan memunculkan silang pendapat antara golongan yang berusaha menghidupkan kembali
Perdebatan
antara sejarah dan perkembangan saat ini dan kemudian muncul pro-kontra antara
golongan yang satu dengan yang lain akan selalu memunculkan sebuah pertanyaan
besar, yaitu: masih relevankah nasionalisme untuk Indonesia? Pertanyaan yang
sebenarnya hanya membutuhkan kalimat selanjutnya yang cukup panjang ini, seakan
tidak pernah tenggelam di antara isu-isu lain yang berkembang, karena pada
akhirnya isu-isu tersebut bisa dikaitkan dengan nasionalisme.
Nasionalisme
adalah suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara
(nation) dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok
manusia (Wikipedia, 2006). Dalam konteks Indonesia, pengertian ini dapat kita
cocokkan dengan sejarah Indonesia ketika tahun 1945, yang pada saat itu para
pendiri bangsa berusaha membuat sebuah nasionalisme yang dapat mempersatukan
seluruh masyarakat yang berada dalam wilayah jajahan Belanda. Nasionalisme yang
kemudian dihasilkan adalah sebuah nasionalisme yang berdasarkan kepada kesamaan
nasib. Konsep yang dihasilkan para pendiri bangsa tersebut, berhasil untuk mempersatukan
wilayah yang kita kenal sebagai Indonesia pada saat ini.
Nasionalisme akan mudah untuk dimengerti dan diimplementasikan jika ada musuh bersama. Jika musuh ini hilang, maka ikatan nasionalisme akan mengendur dengan sendirinya. Preseden yang muncul di Indonesia mempertegas pendapat ini. Jika kita melihat ke tahun 1940-an, ketika Belanda masih berusaha menguasai Indonesia melalui Agresi Militer I dan II, nasionalisme di kalangan masyarakat masih kuat, sehingga perjuangan Indonesia di Konferensi Meja Bundar 1949 membuahkan hasil diakuinya kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara. Namun pasca-KMB 1949, Indonesia kehilangan musuh bersama dan golongan-golongan dalam masyarakat lebih mengutamakan kepentingan kelompok yang ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet selama masa tersebut. Nasionalisme sempat muncul meski sebentar, ketika Indonesia mengeluarkan sikap politik luar negeri terhadap Malaysia dengan Dwikora. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena kondisi internal dalam Indonesia memang sedang rapuh. Setelah itu, nasionalisme dapat dimunculkan kembali ketika Partai Komunis Indonesia (PKI) dijadikan sebagai musuh bersama karena dianggap sebagai biang keladi Gerakan 30 September. Lebih dari 30 tahun kemudian, Indonesia memperoleh kembali sebuah musuh bersama, yaitu Orde Baru, sehingga gerakan nasionalisme dapat menghasilkan reformasi dan demokrasi yang selama 30 tahun dikebiri. Namun ketika musuh bersama tersebut telah berhasil dilumpuhkan, kepentingan kelompok kembali muncul mengesampingkan nasionalsime itu sendiri.
Nasionalisme akan mudah untuk dimengerti dan diimplementasikan jika ada musuh bersama. Jika musuh ini hilang, maka ikatan nasionalisme akan mengendur dengan sendirinya. Preseden yang muncul di Indonesia mempertegas pendapat ini. Jika kita melihat ke tahun 1940-an, ketika Belanda masih berusaha menguasai Indonesia melalui Agresi Militer I dan II, nasionalisme di kalangan masyarakat masih kuat, sehingga perjuangan Indonesia di Konferensi Meja Bundar 1949 membuahkan hasil diakuinya kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara. Namun pasca-KMB 1949, Indonesia kehilangan musuh bersama dan golongan-golongan dalam masyarakat lebih mengutamakan kepentingan kelompok yang ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet selama masa tersebut. Nasionalisme sempat muncul meski sebentar, ketika Indonesia mengeluarkan sikap politik luar negeri terhadap Malaysia dengan Dwikora. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena kondisi internal dalam Indonesia memang sedang rapuh. Setelah itu, nasionalisme dapat dimunculkan kembali ketika Partai Komunis Indonesia (PKI) dijadikan sebagai musuh bersama karena dianggap sebagai biang keladi Gerakan 30 September. Lebih dari 30 tahun kemudian, Indonesia memperoleh kembali sebuah musuh bersama, yaitu Orde Baru, sehingga gerakan nasionalisme dapat menghasilkan reformasi dan demokrasi yang selama 30 tahun dikebiri. Namun ketika musuh bersama tersebut telah berhasil dilumpuhkan, kepentingan kelompok kembali muncul mengesampingkan nasionalsime itu sendiri.
Kejadian-kejadian
historis di Indonesia tersebut mempertegas bahwa nasionalisme dapat secara
efektif diimplementasikan apabila masyarakat dalam sebuah negara memiliki musuh
bersama.
Nasionalisme Kini dan Gerakan Mahasiswa
Dari preseden yang ada mengenai nasionalisme, musuh bersama menjadi sebuah kebutuhan jika nasionalsime ingin mempunyai tempat dalam kehidupan Indonesia. Namun pencarian terhadap musuh bersama ini tidaklah sekadar mencari subyek ataupun obyek yang sekadar dijadikan tumbal caci maki oleh civil society (yang di dalamnya terdapat juga gerakan mahasiswa), melainkan juga harus mencari subyek atau obyek yang memang harus dijadikan musuh bersama karena pengaruhnya yang buruk bagi masyarakat. Nasionalisme akan selalu berkaitan erat dengan masalah kedaulatan sebuah negara. Kedaulatan adalah sebuah hal yang mutlak dimiliki oleh sebuah negara dan tidak bisa diganggu gugat oleh negara atau pihak manapun. Pada perkembangan saat ini, kedaulatan negara tidaklah lagi menjadi hal yang mutlak untuk dipraktekkan. Karena dengan munculnya berbagai macam organisasi internasional (OI) dan semakin kuatnya posisi tawar negara-negara maju di dalam OI tersebut, kedaulatan negara menjadi semakin kabur. Prinsip koordinatif yang dikembangkan ketika awal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) muncul menggantikan Liga Bangsa-bangsa (LBB) tidak lagi tegas jika sudah berhadapan dengan kepentingan negara-negara besar. Nasionalisme telah digantikan oleh globalisasi sedikit demi sedikit. Globalisasi yang lahir dari budaya sebuah bangsa, dan dijadikan budaya tunggal dunia. Indonesia terkena dampak dari globalisasi ini. Hukum positif Indonesia tidak lagi menjadi kewenangan legislatif, melainkan harus mematuhi regulasi internasional yang dihasilkan oleh OI yang dikontrol oleh negara-negara maju.
Nasionalisme Kini dan Gerakan Mahasiswa
Dari preseden yang ada mengenai nasionalisme, musuh bersama menjadi sebuah kebutuhan jika nasionalsime ingin mempunyai tempat dalam kehidupan Indonesia. Namun pencarian terhadap musuh bersama ini tidaklah sekadar mencari subyek ataupun obyek yang sekadar dijadikan tumbal caci maki oleh civil society (yang di dalamnya terdapat juga gerakan mahasiswa), melainkan juga harus mencari subyek atau obyek yang memang harus dijadikan musuh bersama karena pengaruhnya yang buruk bagi masyarakat. Nasionalisme akan selalu berkaitan erat dengan masalah kedaulatan sebuah negara. Kedaulatan adalah sebuah hal yang mutlak dimiliki oleh sebuah negara dan tidak bisa diganggu gugat oleh negara atau pihak manapun. Pada perkembangan saat ini, kedaulatan negara tidaklah lagi menjadi hal yang mutlak untuk dipraktekkan. Karena dengan munculnya berbagai macam organisasi internasional (OI) dan semakin kuatnya posisi tawar negara-negara maju di dalam OI tersebut, kedaulatan negara menjadi semakin kabur. Prinsip koordinatif yang dikembangkan ketika awal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) muncul menggantikan Liga Bangsa-bangsa (LBB) tidak lagi tegas jika sudah berhadapan dengan kepentingan negara-negara besar. Nasionalisme telah digantikan oleh globalisasi sedikit demi sedikit. Globalisasi yang lahir dari budaya sebuah bangsa, dan dijadikan budaya tunggal dunia. Indonesia terkena dampak dari globalisasi ini. Hukum positif Indonesia tidak lagi menjadi kewenangan legislatif, melainkan harus mematuhi regulasi internasional yang dihasilkan oleh OI yang dikontrol oleh negara-negara maju.
Nasionalisme
sebuah bangsa menentukan arah pergerakan bangsa tersebut kepada pilihan yang
lebih buruk atau baik. Negara-negara maju pada saat ini menekankan pentingnya
nasionalisme ketika mereka sedang berada dalam posisi sebagai negara sedang
berkembang. Ketika posisi mereka berubah, nasionalisme mereka tidak ikut
berubah dan justru berusaha menyebarkan nasionalisme mereka ke negara lain.
Jadi, ketika muncul pertanyaan: masih relevankah nasionalisme untuk Indonesia,
hal ini harus dijawab dengan mudah jika melihat preseden dan memiliki visi yang
tegas mengenai bangsa ini. Bangsa yang tidak memiliki kedaulatan penuh atas
wilayahnya, akan selalu menjadi bangsa kelas dua di lingkungan internasional,
akan selalu menjadi bangsa konsumtif yang dependen terhadap negara lain.
Kedaulatan penuh dapat diwujudkan jika masyarakat dalam suatu bangsa memiliki
visi yang kuat untuk mengarahkan bangsanya menjadi lebih baik. Sebuah visi yang
kuat dapat lahir jika dilandaskan dengan nasionalisme. Tanpa adanya
nasionalisme, tidak akan ada visi, tidak akan ada kedaulatan, dan tidak akan
ada perubahan bagi bangsa ini.
Lalu bagaimana mahasiswa Indonesia mewujudkan nasionalisme yang erat kaitannya
dengan musuh bersama? Tindakan apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa
Indonesia? Berbagai cara diwujudkan oleh civil society dalam mencari musuh pada
saat ini untuk menunjukkan nasionalisme mereka, terlepas dari kepentingan yang
mereka usung. Ada yang melalui tindakan elitis, persuasif, underground, sampai
pada taraf anarkis. Isu yang muncul pun semakin beragam seperti program
peningkatan kualitas pendidikan, penghapusan utang luar negeri, nasionalisasi
perusahaan multinasional, anti OI, dan lainnya. Tindakan mewujudkan
nasionalisme melalui metode-metode dan isu-isu tersebut terjadi dengan mendasar
pada kondisi yang berkembang pada saat ini. Mahasiswa Indonesia tidak harus
terikat dengan metode-metode dan isu-isu yang ada. Kajian ilmiah menjadi sebuah
keharusan bagi mahasiswa Indonesia yang merupakan civil society berbasis kaum
intelektual untuk dapat mengidentifikasi musuh bersama yang ingin dikedepankan.
Tanpa adanya kajian ilmiah yang mendalam, aksi dalam mengedepankan musuh
bersama untuk membangkitkan kembali nasionalisme hanya akan menjadi aksi taktis
yang tak ada kontinuitasnya. Kajian ini juga tidak hanya sekadar bergerak dalam
isu-isu terkini saja, namun juga harus mampu mengantisipasi kemungkinan yang
terjadi pada masa yang akan datang, sehingga mahasiswa Indonesia tidak
tergagap-gagap untuk menghadapi perubahan masyarakat yang drastis.
Mahasiswa dan Nasionalisme
Kajian ilmiah yang menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa Indonesia dalam
Mahasiswa dan Nasionalisme
Kajian ilmiah yang menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa Indonesia dalam
membangkitkan
kembali nasionalisme, harus mampu diwujudkan jika mahasiswa Indonesia
tidak ingin
terjebak dalam romantisme masa lalu. Mahasiswa Indonesia harus sungguh
sungguh
dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas dirinya agar mampu membangkitkan
kembali nasionalisme Indonesia. Ketika kualitas diri mahasiswa Indonesia
meningkat dan kajian ilmiah semakin menguat, mahasiswa Indonesia (termasuk
mahasiswaNarotama) akan mampu menjadi think tank bagi pergerakan nasionalisme
di Indonesia.
WILSON M. A. THERIK(Mahasiswa Doktoral Studi Pembangunan Program Pascasarjana UKSW
Diposkan oleh zero di 07.07 )
agung azhari: IMPLIKASI ETIKA DARI TEKNOLOGI INFORMASI: RANGKUMAN BAB 5 IMPLIKASI ETIKA DARI TEKNOLOGI INFORMASI 1. Pendahuluan Sekarang terdapat perhatian yang lebih b...
Minggu, 22 September 2013
Bukan Lautan Hanya Kolam Susu, katanya...
tapi kata kakekku hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu
Kayu dan Jala cukup untuk menghidupimu, katanya...
tapi kata kakekku ikan-ikan kita dicuri oleh banyak negara
Tiada badai tiada topan kau temui, katanya ...
tapi kenapa ayah kau tertiup angin ke Malaysia
Ikan dan udang menghampiri dirimu, katanya...
tapi kata kakek awas ada udang dibalik batu
Orang bilang tanah kita tanah surga tongkat dan batu jadi tanaman,
katanya...
tapi kata dokter intel belum semua rakyatnya sejahtera,
banyak pejabat yang menjual kayu dan batu
untuk membangun surganya sendiri.
Jika Indonesiaku adalah tempatKu di lahirkan,tempatku berdiri menatap sorot mentari yang bersinar terang cahayanya memberikan kehidupan tapi mengapa di sini aku hanya mampu terdiam terpaku Melihat pertiwiku yang tengah tenggelam.....Jika mereka para penyair dapat bersajak dengan indahnya menyapa pagi,tersenyum menyambut malam yang petang.
tapi kenapa hatiku terdiam membisu dan berjerit dalam isak tangis kesendirian karena DUNIAKU tempatku berdiri tak seperti apa yang dikatakan oleh para penyair
dan tak seindah penyair berkata dalam setiap kalimatnya
Dimana Duniaku Sebenarnya................................
Dimana Aku Berdiri Sekarang
Rabu, 18 September 2013
Ringkasan Materi Manajemen “T.Hani
Handoko”
BAB
1
PENGERTIAN
MANAJEMEN
A.Dasar
Pemikiran
“Siapa Yang Membutuhkan
Manajemen?”Pertanyaan ini sering di jawab :”Perusahaan (bisnis)”! Tentu saja
sebagian besar benar,tetapi tidak lengkap,karena manajemen juga di butuhkan
untuk semua tipe kegiatan yang diorganisasikan dan dalam semua tipe organisasi.Anda mungkin pernah terlibat di dalam
organisasi yang ada di sekolah anda, seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah
Remaja, dan organisasi ekstrakurikuler lainnya. Dalam
berorganisasi tentunya Anda memiliki cara tersendiri
dalam mengelola organisasi tersebut. Pengelolaan dalam
berorganisasi
dikenal dengan istilah Manajemen.
Mungkin anda pernahmendengar istilah manajemen. Tahukah Anda, apa itu manajemen? Mungkinsaat anda berorganisasi di
sekolah telah mengetahuinya. Dengan disadari atau tidak, anda telah
melakukan kegiatan manajemen? Bagaimana pelaksanaan
pengelolaan
(manajemen) organisasi menurut kaidah keilmuan? Apakah
yang menjadi
unsur-unsur manajemen tersebut? Apakah manajemen tersebut dapat
diterapkan pada semua bidang?
Sebelum membahas unsur-unsur manajemen,
perlu diketahui pengertian manajemen.
Banyak ahli yang mengemukakan pengertian manajemen dan pengertian yang diungkapkannya berbeda-beda bergantung pada
keahliannya masing-masing. Berikut
beberapa pengertian manajemen yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
a. Prof. Oei Liang Lee
Manajemen adalah ilmu dan seni
merencanakan, mengorganisasikan,
mengarahkan, mengoordinasikan, serta mengawasi
tenaga manusia
dengan bantuan alat-alat untuk mencapai
tujuan.
b. George R. Terry
Manajemen adalah pencapaian tujuan dengan
menggunakan
bantuan orang lain.
c. L. Gulick
Manajemen adalah ilmu pengetahuan yang
menjelaskan mengapa
dan bagaimana manusia bekerja sama untuk
mencapai tujuan dan
mengajarkan bagaimana sistem kerja sama
yang lebih bermanfaat bagi
kemanusiaan.
d. James Stoner
Manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan,
dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dengan meng gunakan
sumber daya yang ada dalam organisasi untuk
mencapai tujuan.
e. Frederick Winslow Taylor
Manajemen adalah suatu percobaan yang
sungguh-sungguh untuk
menghadapi setiap persoalan yang muncul
dalam sebuah perusahaan
dan organisasi.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa manajemen
merupakan aktivitas
manusia dalam organisasi dengan bantuan
sumber-sumber daya dan fasilitas
untuk mencapai tujuan.Jadi secara garis besar
manajemen tersebut bersifat universal.Sehingga
dapat disimpulkan,bila seorang manajer mempunyai pengetahuan dasar manajemen
dan mengetahui cara menerapkan pada situasi yang ada,dia akan dapat melakukan
fungsi –fungsi manajerial dengan efisien dan efektif.Seorang manajer tentu saja
harus cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dan perubahan
lingkungan.
MENGAPA MANAJEMEN
DIBUTUHKAN ? ? ?
Mengapa manajemen dibutuhkan oleh semua
organisasi,karena tanpa manajemen semua usaha akan sia-sia dan pencapaian
tujuan akan lebih sulit.Ada tiga alasan utama diperlukan manajemen:
1. Untuk mencapai tujuan
2. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi
2. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi
Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan
benar,sedangkan Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat
atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
B. Aplikasi-aplikasi yang berbeda
dari istilah Manajemen
Ada empat aplikasi yang berbeda dari istilah manajemen. Istilah manajemen
dapat digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan:
1. Pengelompokan Pekerjaan. Manajemen berarti suatu
kelompok orang yang melaksanakan tugas-tugas atau fungsi-fungsi manajerial.
2. Seorang Individu. yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.
3. Suatu disiplin akademik. Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atausuatu bidang studi.
4. Suatu proses. Manajemen juga merupakan suatu proses; karena mencakup pelaksanaan suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.
2. Seorang Individu. yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.
3. Suatu disiplin akademik. Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atausuatu bidang studi.
4. Suatu proses. Manajemen juga merupakan suatu proses; karena mencakup pelaksanaan suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.
C. Sumber Daya Dalam Manajemen
1. Man (factor manusia adalah yang paling menentukan)
2. Money (uang yang diuntuk mencapai tujuan)
3. Mathodes (cara kerja atau system kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan)
4. Materials (bahan-bahan yang diperlukan)
5. Machines (mesin-mesin yang diperlukan untuk mencapai tujuan)
6. Market (pasar atau pemasaran sebagai tempat untuk memperjualbelikan hasil produksi
2. Money (uang yang diuntuk mencapai tujuan)
3. Mathodes (cara kerja atau system kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan)
4. Materials (bahan-bahan yang diperlukan)
5. Machines (mesin-mesin yang diperlukan untuk mencapai tujuan)
6. Market (pasar atau pemasaran sebagai tempat untuk memperjualbelikan hasil produksi
BAB II
MANAJEMEN DAN MANAJER
MANAJEMEN DAN MANAJER
Secara umum “manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab
atas bawahan dan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya.Manajer dapat
diklasifikasi dengan dua cara : menurut tingkatan mereka dalam organisasi(rendah,
menengah dan tinggi). Dan kegiatan-kegiatan organisasi untuk mana mereka
bertanggung jawab (manajer umum dan fungsional).
A. Tingkatan Manajemen
1) Manajemen pertama Merupakan tingkatan paling rendah
dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional,
dalam tingkatan ini para manajer di sebut dengan kepala atau pemimpin, mandor
(foremen), dan penyelia (supervisors)
2) Manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.
3) Manajer Puncak. Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecileksekutif. Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemenorganisasi. Sebutan khas manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi,wakil presiden senior, dan sebagainya.Perbedaan tingkatan manajemen akan membedakan pula fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan
2) Manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.
3) Manajer Puncak. Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecileksekutif. Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemenorganisasi. Sebutan khas manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi,wakil presiden senior, dan sebagainya.Perbedaan tingkatan manajemen akan membedakan pula fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan
BAB III
MANAJER DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI
MANAJER DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI
Faktor-faktor
lingkungan eksternal
Lingkungan eksternal
terdiri atas unsur-unsur di luar organisasi, yang sebagian besar tak dapat
dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer. Organisasi
mendapatkan masukan-masukan yang dibutuhkan, seperti bahan baku, dana tenaga
kerja,dan energi dari lingkungan eksternal, mentransformasikan menjadi produk
dan jasa, dan kemudian memberikan sebagai keluaran-keluaran kepada lingkungan
eksternal Lingkungan eksternal mempunyai baik unsur-unsur yang berpengaruh
lansung (lingkungan eksternal mikro) dan berpengaruh tidak langsung (lingkungan
ekstern makro). Lingkungan ekstern mikro terdiri dari para pesaing, penyedia,
langganan, lembaga-lembaga keungan,pasar tenaga kerja, dan perwakilan-perwakilan
pemerintah. Unsur-unsur lingkungan eksterrnal makro mencakup teknologi,
ekonomi, politik dan sosial yang mempengaruhi iklim dimana organisasi
beroperasi dan mempunyai potensi menjadi kekuatan-kekuatan sebagai lingkungan
ekstern mikro.
Organisasi Dan
Lingkungan
Lingkungan ekstern
mempengaruhi manajer-manajer bervariasi menurut tipe dan tujuanorganisasi. Hal
ini berbeda di antara posisi-posisi dan fungsi-fungsi dalam suatu organisasidan
bahkan antara tingkatan-tingkatan hirarki di dalam organisasi. Jadi, manajer
padaperusahaan A mungkin lebih dipengaruhi faktor-faktor dalam lingkungan
ekstern dibandingmanajer pada perusahaan B, eksekutif dipengaruhi lebih
daripada pekerja klerikal, danpegawai administrasi kantor dibanding manajer
divisi penjualan
Tanggung jawab sosial
Manajer
Tanggung jawab sosial
berarti bahwa manajemen mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi di dalam
pembuatan keputusannya. Dengan demikian manajer sekarang dituntut untuk
mengimplementasikan etika berusaha, terutama dalam hubungannya denganlangganan,
karyawan, penemu teknologi, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan-perusahaan
lain, para penyedia, kreditur, pemegang saham, pemerintah dan masyarakat pada
umumnya.Ada lima faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan pada masalah etika,
yaitu : (1)hukum, (2) peraturan-peraturan pemerintah, (3) kode etik industri
dan perusahaan, (4)tekanan-tekanan sosial, dan (5) tegangan antara standar
perorangan dan kebutuhanorganisasi. Faktor-faktor ini mempengaruhi etika
manajer dengan tingkatan dan pada bidang-bidang fungsi yang berbeda-beda
BAB
IV
PROSES PERENCANAAN
PROSES PERENCANAAN
Pengertian
perencanaan
Perencanaan adalah
pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yangharus
dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat
dicapaidengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam mana
perencanaandan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode
sekarang pada saat rencana dibuat.Empat Tahap
dasar Perencanaan :
1.
Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
2. Merumuskan keadaan saat ini.
3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
2. Merumuskan keadaan saat ini.
3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
Alasan-alasan
perlunya perencanaan
Ada dua alasan dasar
perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai
1. “protective benefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, dan
2. “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
1. “protective benefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, dan
2. “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
Manfaat
perencanaan
a. membantu manajemen untuk menyesuaikan diri denganperubahan-perubahan lingkungan,
b. membantu dalam kristalisasi persesuaian padamasalah-masalah utama,
c. memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaranoperasi lebih jelas,
d. membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat,
e. memberikancara pemberian perintah untuk beroperasi,
f. memudahkan dalam melakukan koordinasidiantara berbagai bagian organisasi,
g. membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebihmudah dipahami,
h. meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
i. menghemat waktu, usaha dan dana.
a. membantu manajemen untuk menyesuaikan diri denganperubahan-perubahan lingkungan,
b. membantu dalam kristalisasi persesuaian padamasalah-masalah utama,
c. memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaranoperasi lebih jelas,
d. membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat,
e. memberikancara pemberian perintah untuk beroperasi,
f. memudahkan dalam melakukan koordinasidiantara berbagai bagian organisasi,
g. membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebihmudah dipahami,
h. meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
i. menghemat waktu, usaha dan dana.
Kelemahan
perencanaan
a.
pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkinberlebihan pada
kontribusi nyata,
b. perencanaan cenderung menunda kegiatan,
c. perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi,
d. kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual danpenanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi,
e. ada rencana-rencanayang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.
b. perencanaan cenderung menunda kegiatan,
c. perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi,
d. kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual danpenanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi,
e. ada rencana-rencanayang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.
Ada dua tipe utama
rencana :
1. rencana-rencana strategik (strategik plans), yang dirancang memenuhi tujuan-tujuan organisasi yang lebih luas.
2. rencana-rencana operasional (operational plans), ada dua tipe-tipe rencana operasional. Rencana sekali pakai (single use plans), rencana tetap (standing plans).
1. rencana-rencana strategik (strategik plans), yang dirancang memenuhi tujuan-tujuan organisasi yang lebih luas.
2. rencana-rencana operasional (operational plans), ada dua tipe-tipe rencana operasional. Rencana sekali pakai (single use plans), rencana tetap (standing plans).
penguraian lebih
terperinci bagaimana rencana-rencana strategik akan dicapai.
a)
Rencana-rencana Sekali Pakai Rencana sekali pakai adalah serangkaian
kegiatan terperinci yang kemungkinan tidakberulang dalam bentuk yang sama di
waktu mendatang. Sebagai contoh,perencanaan perusahaan untuk membangun gudang
baru karena adanya perluasan usaha akan memerlukan rencana sekali pakai khusus
bagi proyek tersebut, walaupun perusahaan telah membangun sejumlah gudang lain
di waktu yang lalu.
b) Rencana-rencana TetapWujud umum rencana-rencana tetap adalah kebijaksanaan, prosedur dan aturan.Rencana-rencana ini sekali ditetapkan akan terus diterapkan sampai perlu diubah(modifikasi) atau dihapuskan. Sekali ditetapkan, rencana tetap memungkinkan paramanajer menghemat waktu yang digunakan untuk perencanaan dan pembutankeputusan karena situasi-situasi yang sama ditangani secara konsisten.
b) Rencana-rencana TetapWujud umum rencana-rencana tetap adalah kebijaksanaan, prosedur dan aturan.Rencana-rencana ini sekali ditetapkan akan terus diterapkan sampai perlu diubah(modifikasi) atau dihapuskan. Sekali ditetapkan, rencana tetap memungkinkan paramanajer menghemat waktu yang digunakan untuk perencanaan dan pembutankeputusan karena situasi-situasi yang sama ditangani secara konsisten.
BAB
V
PENETAPAN TUJUAN ORGANISASI
PENETAPAN TUJUAN ORGANISASI
Misi dan Tujuan
Organisasi
Sebelum organisasi
menentukan tujuan-tujuan, terlebih dahulu harus menetapkan misi ataumaksud
organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang
maksudorganisasi. Misi suatu organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar
yangmembedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan
mengindentifikasikan ruanglingkup operasi dalam hal produk dan pasar. Misi
merupakan perwujudan dasar filsafat para pembuat keputusan strategik
perusahaan, mencerminkan konsep diri perusahaan, serta menunjukan bidang-bidang
produk atau jasa pokok dan kebutuhan-kebutuhan langgananutama yang akan
dipuaskan perusahaan.Tujuan organisasi ialah suatu pernyataan tentang keadaan
yang diinginkan di manaorganisasi bermaksud untuk merealisasikan dan sebagai
pernyataan tentang keadaan diwaktu yang akan datang di mana organisasi sebagai
kolektifitas mencoba untukmenimbulkannya. Tujuan organisasi merupakan
pernyataan tentang keadaan atau situasiyang tidak terdapat sekarang tetapi
dimaksudkan untuk dicapai di waktu yang akan datangmelalui kegiatan-kegiatan
organisasi.
Berbagai Fungsi Tujuan
Organisasi
Konsep tujuan organisasi dipandang secara luas mempunyai beberapa fungsi penting yangbervariasi menurut waktu dan keadaan. Berbagai fungsi tujuan antara lain sebagai berikut :
Konsep tujuan organisasi dipandang secara luas mempunyai beberapa fungsi penting yangbervariasi menurut waktu dan keadaan. Berbagai fungsi tujuan antara lain sebagai berikut :
1. Pedoman bagi
kegiatan.
2. Sumber legitimasi.
3. Standar pelaksanaan.
4. Sumber motivasi.
5. Dasar rasional
pengorganisasian.
Tipe-tipe
Tujuan
1. Tujuan kemasyarakatan (Societal goals).
1. Tujuan kemasyarakatan (Societal goals).
2. Tujuan keluaran
(Output goals).
3. Tujuan sistem
(Sistem goals).
4. Tujuan produk
(Product goals).
5. Tujuan turunan
(Derived goals)..
Bidang-bidang
Tujuan
Peter Drucker, selama bekerja sebagai konsultan untuk GE, mengidentifikasikan secaraterperinci 8 bidang pokok dimana perusahaan harus menetapkan tujuan. Bidang-bidang itu adalah :
1. Posisi pasar. Perusahaan harus menetapkan tujuan mengenai bagian pasar yang akan “direbut”.
2. .Produktifitas. Adalah rasio antara masukan dengan keluaran organisasi.
3. Sumber daya phisik dan keuangan.
4. Profitabilitas. Tujuan-tujuan laba penting untuk mencapai tujuan-tujuan lain.
5. Inovasi. Ada kebutuhan terus menerus akan produk atau jasa baru dan inovatif.
6. Prestasi dan pengembangan manajer. Kelangsungan hidup banyak organisasi tergantung pada kekuatan manajemen yang inovatif.
7. Prestasi dan sikap karyawan. Karyawan operatif melaksanakan sebagian besarpekerjaan normal dan rutin di setiap organisasi.
8. Tanggung jawab sosial dan publik. Tujuan-tujuan ini ditetapkan perusahaan untuk “menangani” boikot publik, kegiatan-kegiatan hukum, kegiatan-kegiatanpemerintah, kelompok-kelompok berkepentingan, dan sebagainya.
Peter Drucker, selama bekerja sebagai konsultan untuk GE, mengidentifikasikan secaraterperinci 8 bidang pokok dimana perusahaan harus menetapkan tujuan. Bidang-bidang itu adalah :
1. Posisi pasar. Perusahaan harus menetapkan tujuan mengenai bagian pasar yang akan “direbut”.
2. .Produktifitas. Adalah rasio antara masukan dengan keluaran organisasi.
3. Sumber daya phisik dan keuangan.
4. Profitabilitas. Tujuan-tujuan laba penting untuk mencapai tujuan-tujuan lain.
5. Inovasi. Ada kebutuhan terus menerus akan produk atau jasa baru dan inovatif.
6. Prestasi dan pengembangan manajer. Kelangsungan hidup banyak organisasi tergantung pada kekuatan manajemen yang inovatif.
7. Prestasi dan sikap karyawan. Karyawan operatif melaksanakan sebagian besarpekerjaan normal dan rutin di setiap organisasi.
8. Tanggung jawab sosial dan publik. Tujuan-tujuan ini ditetapkan perusahaan untuk “menangani” boikot publik, kegiatan-kegiatan hukum, kegiatan-kegiatanpemerintah, kelompok-kelompok berkepentingan, dan sebagainya.
Management
By Objectives (MBO)
Management By
Objectives atau MBO pertama kali diperkenalkan oleh peter Drucker dalambukunya
The Practice of Management pada tahun 1954. Prosesnya juga berjalan dengan
nama-nama lain, termasuk “manajemen berdasarkan sasaran”, “manajemen
berdasarkanhasil”, atau “management by results”, “goals management”, “work
planning and review”,“goals and controls”, “joint target setting”, dan
sebagainya. Walaupun menggunakan nama-nama yang berbeda prosesnya adalah sama.
MBO telah berkembang sangat terkenal,terutama dalam-organisasi-organisasi
besar. Pada hakekatnya MBO menekankanpentingnya peranan tujuan dalam
perencanaan efektif.
Sistem MBO
Berikut ini akan diuraikan unsur-unsur umum yang selalu ada dalam berbagai sistem MBO yang efektif :
Berikut ini akan diuraikan unsur-unsur umum yang selalu ada dalam berbagai sistem MBO yang efektif :
1.Komitmen pada
program.
2.Penetapan tujuan
manajemen puncak
.3.Tujuan-tujuan
perseorangan.
4. Partisipasi
5.Otonomi dalam implementasi rencana
.6.Peninjauan kembali
prestasi.
Kekuatan
dan kelemahan MBO
Dalam suatu survey terhadap para manajer, Tosi dan Carroll mengemukakan kebaikan-kebaikan berbagai program MBO, yang dapat diperinci sebagai berikut :
Dalam suatu survey terhadap para manajer, Tosi dan Carroll mengemukakan kebaikan-kebaikan berbagai program MBO, yang dapat diperinci sebagai berikut :
1. Memungkinkan para
individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
2.Membantu dalam perencanaan
dengan membuat para manajer menetapkan tujuandan sasaran.
3.Memperbaiki
komunikasi antara manajer dan bawahan.
4. Membuat para
individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi.
5. Membuat proses
evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan padapencapaian tujuan
tertentu. Ini juga memungkinkan para bawahan mengetahuikualitas pekerjaan
mereka dalam hubungannya dengan tujuan organisasi.
BAB
VI
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Manajemen
sering mempunyai masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasiyang
efektif adalah penting bagi para manajer, paling tidak untuk dua alasan.
Pertama,komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen
perencanaan,pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai. Kedua, komunikasi
adalahkegiatan untuk mana para manajer mencurahkan sebagian besar proporsi
waktu mereka.Proses komunikasi memungkinkan manajer untuk melaksanakan
tugas-tugas mereka. Jadi,manajer dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen
mereka hanya melalui interaksi dankomunikasi dengan pihak lain.
A.
Pengertian Komunikasi
Komunikasi
adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasidari
seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih
darisekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi
wajah, intonasi,titik putus vokal dan sebagainya.Komunikasi, sebagai suatu
proses dengan mana orang-orang bermaksud memberikanpengertian-pengertian
melalui pengiringan berita secara simbolis, dapat menghubungkanpara anggota
berbagai satuan organisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula,sehingga
sering disebut rantai pertukaran iniformasi. Konsep ini mempunyai unsur-unsur :
1.
suatu kegiatan untuk membuat seseorang mengerti,
2. suatu sarana pengaliran informasidan
3. suatu sistem bagi terjalinnya komunikasi di antara individu-individu.
2. suatu sarana pengaliran informasidan
3. suatu sistem bagi terjalinnya komunikasi di antara individu-individu.
B.
Saluran Komunikasi Dalam Organisasi
1.
Komunikasi Vertikal
Komunikasi vertikal terdiri atas komunikasi ke atas dan ke bawah sesuai rantai perintah. Komunikasi ke bawah (downward communication) dimulai dar manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatakan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah. Maksud utama komunikasi ke bawah adalah untuk memberi pengarahan, informasi, instruksi nasehat/saran dan penilaian kepada bawahan serta memberikan informasi kepadapara anggota organisasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.Fungsi utama komuniksasi ke atas (upward communication) adalah untuk mensuplaiinformasi kepada tingkatan manajemen atas tentang apa yang terjadi pada tingkatanbawah.
Komunikasi vertikal terdiri atas komunikasi ke atas dan ke bawah sesuai rantai perintah. Komunikasi ke bawah (downward communication) dimulai dar manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatakan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah. Maksud utama komunikasi ke bawah adalah untuk memberi pengarahan, informasi, instruksi nasehat/saran dan penilaian kepada bawahan serta memberikan informasi kepadapara anggota organisasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.Fungsi utama komuniksasi ke atas (upward communication) adalah untuk mensuplaiinformasi kepada tingkatan manajemen atas tentang apa yang terjadi pada tingkatanbawah.
2.
Komunikasi Lateral atau Horizontal
Komunikasi lateral atau horizontal meliputi hal-hal berikut ini :
a. Komunikasi di antara para anggota dalam kelompok kerja yang sama.
b. Komunikasi yang terjadi antara dan di antara departemen-departemen padatingkatan organisasi yang sama.
Komunikasi lateral atau horizontal meliputi hal-hal berikut ini :
a. Komunikasi di antara para anggota dalam kelompok kerja yang sama.
b. Komunikasi yang terjadi antara dan di antara departemen-departemen padatingkatan organisasi yang sama.
3.
Komunikasi Diagonal
Komunikasi Diagonal Merupakan komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintahorganisasi. Hal ini sering terjadi sebagai hasil hubungan-hubungan departemen linidan staf.
Komunikasi Diagonal Merupakan komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintahorganisasi. Hal ini sering terjadi sebagai hasil hubungan-hubungan departemen linidan staf.
C.
Pedoman komunikasi yang baik
1. Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum dikomunikasikan.
2. Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi.
3. Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akandilakukan.
4. Konsultasikan dengan pihak-pihak lain, bila perlu dalam perencanaan komunikasi.
5. Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai isi dasar berita selamaberkomunikasi.
6. Ambil kesempatan, bila timbul, untuk mendapatkan segala sesuatu yang membantuatau umpan balik.
7. lebih lanjut komunikasi yang telah dilakukan.
8. Perhatikan konsistensi komunikasi.
9. Tindakan atau perbuatan harus mendorong komunikasi.
10. Jadilah pendengar yang baik, berkomunikasi tidak hanya untuk dimengerti tetapiuntuk mengerti
1. Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum dikomunikasikan.
2. Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi.
3. Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akandilakukan.
4. Konsultasikan dengan pihak-pihak lain, bila perlu dalam perencanaan komunikasi.
5. Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai isi dasar berita selamaberkomunikasi.
6. Ambil kesempatan, bila timbul, untuk mendapatkan segala sesuatu yang membantuatau umpan balik.
7. lebih lanjut komunikasi yang telah dilakukan.
8. Perhatikan konsistensi komunikasi.
9. Tindakan atau perbuatan harus mendorong komunikasi.
10. Jadilah pendengar yang baik, berkomunikasi tidak hanya untuk dimengerti tetapiuntuk mengerti
Daftar Pustaka
T. Hani Hndoko, Manajemen, BPFE – Yogyakarta, 1984.
Disusun Oleh :
LISA AMALIA 01113107
ENDAH LILININGATI 01113004
ANGGI PUSPITASARI 01113003
MILA VITRIANA 01213144
BERITA
2
(KANTIN
KEJUJURAN)
SMA Negeri 5 Surabaya adalah
salah satu sekolah yang mendapat penghargaan dari kejaksaan tinggi sebagai
pengelola Kantin Kejujuran terbaik.
Dari Wacana berita di atas dapat
kita ketahui bahwa manajemen bersifat Universal.Sifat
ini merupakan hasil dari kenyataan bahwa fungsi-fungsi manajemen adalah sama di
mana saja,dalam seluruh organisasi dan pada waktu kapan saja.Fungsi-fungsi
manajmen ini sama untuk perusahaan-perusahaan besar,kecil ataupun
multinasional,organisasi-organisasi walaupun mungkin diterapkan secara berbeda
oleh manajer-manajer yang berbeda pula.Dalam hal ini tergantung pada
variabel-variabel seperti tipe organisasi.kebudayaan,dan tipe anggota
(karyawan).
Mengapa manajemen dalam kasus ini
di butuhkan,karena manajemen berfungsi untuk :
1.
Mencapai tujuan yang di inginkan
2.
Untuk menjaga kesinambungan di antara
tujuan-tujuan yang saling bertentangan
3.
Untuk Mencapai Efisiensi dan Efektivitas
Dua Konsep utama untuk megukur
prestasi kerja(performance) manajemen adalah
efisiensi dan efektivitas.dari wanaca berita tersebut Manajemen yang digunakan
adalah manajemen seni dimana
kemampuan dan keterampilan pribadi suatu proses adalah cara sistematis untuk
melakukan pekarjaan.
-Perencanaan adalah hal yang di
pikirkan,apakah kegiatan yang akan dilaksanakan(metode,rencana,atau logika
bukan hanya atas dasar dugaan atau firasat)
-Pengorganisasian berarti bahwa
para manajer mengkordinasikan sumber daya manusia dan material organisasi
-Pengawasan berarti manajer
berupaya untuk menjamin bahwa bergerak ke arah tujuan-tujuannya
;;
Subscribe to:
Komentar (Atom)



