Rabu, 18 September 2013

Ringkasan Materi Manajemen “T.Hani Handoko”
BAB 1
PENGERTIAN MANAJEMEN
A.Dasar Pemikiran
“Siapa Yang Membutuhkan Manajemen?”Pertanyaan ini sering di jawab :”Perusahaan (bisnis)”! Tentu saja sebagian besar benar,tetapi tidak lengkap,karena manajemen juga di butuhkan untuk semua tipe kegiatan yang diorganisasikan dan dalam semua tipe  organisasi.Anda mungkin pernah terlibat di dalam organisasi yang ada di sekolah anda, seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja, dan organisasi ekstrakurikuler lainnya. Dalam berorganisasi tentunya Anda memiliki cara tersendiri dalam mengelola organisasi tersebut. Pengelolaan dalam berorganisasi dikenal dengan istilah Manajemen. Mungkin anda pernahmendengar istilah manajemen. Tahukah Anda, apa itu manajemen? Mungkinsaat anda berorganisasi di sekolah telah mengetahuinya. Dengan disadari atau tidak, anda telah melakukan kegiatan manajemen? Bagaimana pelaksanaan pengelolaan (manajemen) organisasi menurut kaidah keilmuan? Apakah yang menjadi unsur-unsur manajemen tersebut? Apakah manajemen tersebut dapat diterapkan pada semua bidang?
Sebelum membahas unsur-unsur manajemen, perlu diketahui pengertian manajemen. Banyak ahli yang mengemukakan pengertian manajemen dan pengertian yang diungkapkannya berbeda-beda bergantung pada keahliannya masing-masing. Berikut beberapa pengertian manajemen yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
a. Prof. Oei Liang Lee
Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan,
mengarahkan, mengoordinasikan, serta mengawasi tenaga manusia
dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan.
b. George R. Terry
Manajemen adalah pencapaian tujuan dengan menggunakan
bantuan orang lain.
c. L. Gulick
Manajemen adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan mengapa
dan bagaimana manusia bekerja sama untuk mencapai tujuan dan
mengajarkan bagaimana sistem kerja sama yang lebih bermanfaat bagi
kemanusiaan.
d. James Stoner
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dengan meng gunakan
sumber daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan.
e. Frederick Winslow Taylor
Manajemen adalah suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk
menghadapi setiap persoalan yang muncul dalam sebuah perusahaan
dan organisasi.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan aktivitas
manusia dalam organisasi dengan bantuan sumber-sumber daya dan fasilitas
untuk mencapai tujuan.Jadi secara garis besar manajemen tersebut bersifat universal.Sehingga dapat disimpulkan,bila seorang manajer mempunyai pengetahuan dasar manajemen dan mengetahui cara menerapkan pada situasi yang ada,dia akan dapat melakukan fungsi –fungsi manajerial dengan efisien dan efektif.Seorang manajer tentu saja harus cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dan perubahan lingkungan.

MENGAPA MANAJEMEN DIBUTUHKAN ? ? ?
Mengapa manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi,karena tanpa manajemen semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit.Ada tiga alasan utama diperlukan manajemen:
1.    Untuk mencapai tujuan
2.    Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
3.    Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi
Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar,sedangkan Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

B.    Aplikasi-aplikasi yang berbeda dari  istilah Manajemen
Ada empat aplikasi yang berbeda dari istilah manajemen. Istilah manajemen dapat digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan:
1.    Pengelompokan Pekerjaan. Manajemen berarti suatu kelompok orang yang melaksanakan tugas-tugas atau fungsi-fungsi manajerial.
2.    Seorang Individu. yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.
3.    Suatu disiplin akademik. Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atausuatu bidang studi.
4.    Suatu proses. Manajemen juga merupakan suatu proses; karena mencakup pelaksanaan suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.
C.    Sumber Daya  Dalam Manajemen
1.    Man (factor manusia adalah yang paling menentukan)
2.    Money (uang yang diuntuk mencapai tujuan)
3.    Mathodes (cara kerja atau system kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan)
4.    Materials (bahan-bahan yang diperlukan)
5.    Machines (mesin-mesin yang diperlukan untuk mencapai tujuan)
6.    Market (pasar atau pemasaran sebagai tempat untuk memperjualbelikan hasil produksi




BAB II
MANAJEMEN DAN MANAJER
Secara umum “manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya.Manajer dapat diklasifikasi dengan dua cara : menurut tingkatan mereka dalam organisasi(rendah, menengah dan tinggi). Dan kegiatan-kegiatan organisasi untuk mana mereka bertanggung jawab (manajer umum dan fungsional).
A.    Tingkatan Manajemen
1)    Manajemen pertama Merupakan tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional, dalam tingkatan ini para manajer di sebut dengan kepala atau pemimpin, mandor (foremen), dan penyelia (supervisors)
2)    Manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.
3)    Manajer Puncak. Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecileksekutif. Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemenorganisasi. Sebutan khas manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi,wakil presiden senior, dan sebagainya.Perbedaan tingkatan manajemen akan membedakan pula fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan
BAB III
MANAJER  DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI
Faktor-faktor lingkungan eksternal
Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur di luar organisasi, yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer. Organisasi mendapatkan masukan-masukan yang dibutuhkan, seperti bahan baku, dana tenaga kerja,dan energi dari lingkungan eksternal, mentransformasikan menjadi produk dan jasa, dan kemudian memberikan sebagai keluaran-keluaran kepada lingkungan eksternal Lingkungan eksternal mempunyai baik unsur-unsur yang berpengaruh lansung (lingkungan eksternal mikro) dan berpengaruh tidak langsung (lingkungan ekstern makro). Lingkungan ekstern mikro terdiri dari para pesaing, penyedia, langganan, lembaga-lembaga keungan,pasar tenaga kerja, dan perwakilan-perwakilan pemerintah. Unsur-unsur lingkungan eksterrnal makro mencakup teknologi, ekonomi, politik dan sosial yang mempengaruhi iklim dimana organisasi beroperasi dan mempunyai potensi menjadi kekuatan-kekuatan sebagai lingkungan ekstern mikro.
Organisasi Dan Lingkungan
Lingkungan ekstern mempengaruhi manajer-manajer bervariasi menurut tipe dan tujuanorganisasi. Hal ini berbeda di antara posisi-posisi dan fungsi-fungsi dalam suatu organisasidan bahkan antara tingkatan-tingkatan hirarki di dalam organisasi. Jadi, manajer padaperusahaan A mungkin lebih dipengaruhi faktor-faktor dalam lingkungan ekstern dibandingmanajer pada perusahaan B, eksekutif dipengaruhi lebih daripada pekerja klerikal, danpegawai administrasi kantor dibanding manajer divisi penjualan
Tanggung jawab sosial Manajer
Tanggung jawab sosial berarti bahwa manajemen mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi di dalam pembuatan keputusannya. Dengan demikian manajer sekarang dituntut untuk mengimplementasikan etika berusaha, terutama dalam hubungannya denganlangganan, karyawan, penemu teknologi, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan-perusahaan lain, para penyedia, kreditur, pemegang saham, pemerintah dan masyarakat pada umumnya.Ada lima faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan pada masalah etika, yaitu : (1)hukum, (2) peraturan-peraturan pemerintah, (3) kode etik industri dan perusahaan, (4)tekanan-tekanan sosial, dan (5) tegangan antara standar perorangan dan kebutuhanorganisasi. Faktor-faktor ini mempengaruhi etika manajer dengan tingkatan dan pada bidang-bidang fungsi yang berbeda-beda

BAB IV
PROSES PERENCANAAN
Pengertian perencanaan
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yangharus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapaidengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam mana perencanaandan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.Empat Tahap dasar Perencanaan :
1.    Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
2.    Merumuskan keadaan saat ini.
3.    Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
4.    Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
Alasan-alasan perlunya perencanaan
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai
1.    “protective benefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, dan
2.    “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
Manfaat perencanaan  
a.    membantu manajemen untuk menyesuaikan diri denganperubahan-perubahan lingkungan,
b.    membantu dalam kristalisasi persesuaian padamasalah-masalah utama,
c.    memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaranoperasi lebih jelas,
d.    membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat,
e.    memberikancara pemberian perintah untuk beroperasi,
f.    memudahkan dalam melakukan koordinasidiantara berbagai bagian organisasi,
g.    membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebihmudah dipahami,
h.    meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
i.    menghemat waktu, usaha dan dana.    
Kelemahan perencanaan
a.    pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkinberlebihan pada kontribusi nyata,
b.    perencanaan cenderung menunda kegiatan,
c.    perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi,
d.    kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual        danpenanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi,
e.    ada rencana-rencanayang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.
Ada dua tipe utama rencana :
1.     rencana-rencana strategik (strategik plans), yang dirancang memenuhi tujuan-tujuan organisasi yang lebih luas.
2.    rencana-rencana operasional (operational plans), ada dua tipe-tipe rencana operasional. Rencana sekali pakai (single use plans), rencana tetap (standing plans).

penguraian lebih terperinci bagaimana rencana-rencana strategik akan dicapai.
a)    Rencana-rencana Sekali Pakai Rencana sekali pakai adalah serangkaian kegiatan terperinci yang kemungkinan tidakberulang dalam bentuk yang sama di waktu mendatang. Sebagai contoh,perencanaan perusahaan untuk membangun gudang baru karena adanya perluasan usaha akan memerlukan rencana sekali pakai khusus bagi proyek tersebut, walaupun perusahaan telah membangun sejumlah gudang lain di waktu yang lalu.
b)    Rencana-rencana TetapWujud umum rencana-rencana tetap adalah kebijaksanaan, prosedur dan aturan.Rencana-rencana ini sekali ditetapkan akan terus diterapkan sampai perlu diubah(modifikasi) atau dihapuskan. Sekali ditetapkan, rencana tetap memungkinkan paramanajer menghemat waktu yang digunakan untuk perencanaan dan pembutankeputusan karena situasi-situasi yang sama ditangani secara konsisten
.

BAB V
PENETAPAN TUJUAN ORGANISASI
Misi dan Tujuan Organisasi
Sebelum organisasi menentukan tujuan-tujuan, terlebih dahulu harus menetapkan misi ataumaksud organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksudorganisasi. Misi suatu organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar yangmembedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan mengindentifikasikan ruanglingkup operasi dalam hal produk dan pasar. Misi merupakan perwujudan dasar filsafat para pembuat keputusan strategik perusahaan, mencerminkan konsep diri perusahaan, serta menunjukan bidang-bidang produk atau jasa pokok dan kebutuhan-kebutuhan langgananutama yang akan dipuaskan perusahaan.Tujuan organisasi ialah suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan di manaorganisasi bermaksud untuk merealisasikan dan sebagai pernyataan tentang keadaan diwaktu yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektifitas mencoba untukmenimbulkannya. Tujuan organisasi merupakan pernyataan tentang keadaan atau situasiyang tidak terdapat sekarang tetapi dimaksudkan untuk dicapai di waktu yang akan datangmelalui kegiatan-kegiatan organisasi.
Berbagai Fungsi Tujuan Organisasi
Konsep tujuan organisasi dipandang secara luas mempunyai beberapa fungsi penting yangbervariasi menurut waktu dan keadaan. Berbagai fungsi tujuan antara lain sebagai berikut :
1. Pedoman bagi kegiatan.
2. Sumber legitimasi.
3. Standar pelaksanaan.
4. Sumber motivasi.
5. Dasar rasional pengorganisasian.
Tipe-tipe Tujuan
1.    Tujuan kemasyarakatan (Societal goals).
2. Tujuan keluaran (Output goals).
3. Tujuan sistem (Sistem goals).
4. Tujuan produk (Product goals).
5. Tujuan turunan (Derived goals)..
Bidang-bidang Tujuan
Peter Drucker, selama bekerja sebagai konsultan untuk GE, mengidentifikasikan secaraterperinci 8 bidang pokok dimana perusahaan harus menetapkan tujuan. Bidang-bidang itu adalah :
1.    Posisi pasar. Perusahaan harus menetapkan tujuan mengenai bagian pasar yang akan “direbut”.
2.    .Produktifitas. Adalah rasio antara masukan dengan keluaran organisasi.
3.    Sumber daya phisik dan keuangan.
4.    Profitabilitas. Tujuan-tujuan laba penting untuk mencapai tujuan-tujuan lain.
5.    Inovasi. Ada kebutuhan terus menerus akan produk atau jasa baru dan inovatif.
6.    Prestasi dan pengembangan manajer. Kelangsungan hidup banyak organisasi tergantung pada kekuatan manajemen yang inovatif.
7.    Prestasi dan sikap karyawan. Karyawan operatif melaksanakan sebagian besarpekerjaan normal dan rutin di setiap organisasi.
8.    Tanggung jawab sosial dan publik. Tujuan-tujuan ini ditetapkan perusahaan untuk “menangani” boikot publik, kegiatan-kegiatan hukum, kegiatan-kegiatanpemerintah, kelompok-kelompok berkepentingan, dan sebagainya.

Management By Objectives (MBO)
Management By Objectives atau MBO pertama kali diperkenalkan oleh peter Drucker dalambukunya The Practice of Management pada tahun 1954. Prosesnya juga berjalan dengan nama-nama lain, termasuk “manajemen berdasarkan sasaran”, “manajemen berdasarkanhasil”, atau “management by results”, “goals management”, “work planning and review”,“goals and controls”, “joint target setting”, dan sebagainya. Walaupun menggunakan nama-nama yang berbeda prosesnya adalah sama. MBO telah berkembang sangat terkenal,terutama dalam-organisasi-organisasi besar. Pada hakekatnya MBO menekankanpentingnya peranan tujuan dalam perencanaan efektif.
Sistem MBO
Berikut ini akan diuraikan unsur-unsur umum yang selalu ada dalam berbagai sistem MBO yang efektif :
1.Komitmen pada program.
2.Penetapan tujuan manajemen puncak
.3.Tujuan-tujuan perseorangan.
4. Partisipasi 5.Otonomi dalam implementasi rencana
.6.Peninjauan kembali prestasi.

Kekuatan  dan  kelemahan MBO
Dalam suatu survey terhadap para manajer, Tosi dan Carroll mengemukakan kebaikan-kebaikan berbagai program MBO, yang dapat diperinci sebagai berikut :
1. Memungkinkan para individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
2.Membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan tujuandan sasaran.
3.Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.
4. Membuat para individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi.
5. Membuat proses evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan padapencapaian tujuan tertentu. Ini juga memungkinkan para bawahan mengetahuikualitas pekerjaan mereka dalam hubungannya dengan tujuan organisasi.

BAB VI
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Manajemen sering mempunyai masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasiyang efektif adalah penting bagi para manajer, paling tidak untuk dua alasan. Pertama,komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen perencanaan,pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai. Kedua, komunikasi adalahkegiatan untuk mana para manajer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka.Proses komunikasi memungkinkan manajer untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Jadi,manajer dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen mereka hanya melalui interaksi dankomunikasi dengan pihak lain.
A.    Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasidari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih darisekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi,titik putus vokal dan sebagainya.Komunikasi, sebagai suatu proses dengan mana orang-orang bermaksud memberikanpengertian-pengertian melalui pengiringan berita secara simbolis, dapat menghubungkanpara anggota berbagai satuan organisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula,sehingga sering disebut rantai pertukaran iniformasi. Konsep ini mempunyai unsur-unsur :
1.    suatu kegiatan untuk membuat seseorang mengerti,
2.    suatu sarana pengaliran informasidan
3.    suatu sistem bagi terjalinnya komunikasi di antara individu-individu.
B.    Saluran Komunikasi Dalam Organisasi
1.    Komunikasi Vertikal
Komunikasi vertikal terdiri atas komunikasi ke atas dan ke bawah sesuai rantai perintah. Komunikasi ke bawah (downward communication) dimulai dar manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatakan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah. Maksud utama komunikasi ke bawah adalah untuk memberi pengarahan, informasi, instruksi nasehat/saran dan penilaian kepada bawahan serta memberikan informasi kepadapara anggota organisasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.Fungsi utama komuniksasi ke atas (upward communication) adalah untuk mensuplaiinformasi kepada tingkatan manajemen atas tentang apa yang terjadi pada tingkatanbawah.
2.    Komunikasi Lateral atau Horizontal
Komunikasi lateral atau horizontal meliputi hal-hal berikut ini :
a.    Komunikasi di antara para anggota dalam kelompok kerja yang sama.
b.    Komunikasi yang terjadi antara dan di antara departemen-departemen padatingkatan organisasi yang sama.
3.    Komunikasi Diagonal
Komunikasi Diagonal Merupakan komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintahorganisasi. Hal ini sering terjadi sebagai hasil hubungan-hubungan departemen linidan staf.
C.    Pedoman komunikasi yang baik
1.    Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum dikomunikasikan.
2.    Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi.
3.    Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akandilakukan.
4.    Konsultasikan dengan pihak-pihak lain, bila perlu dalam perencanaan komunikasi.
5.    Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai isi dasar berita selamaberkomunikasi.
6.    Ambil kesempatan, bila timbul, untuk mendapatkan segala sesuatu yang membantuatau umpan balik.
7.    lebih lanjut komunikasi yang telah dilakukan.
8.    Perhatikan konsistensi komunikasi.
9.    Tindakan atau perbuatan harus mendorong komunikasi.
10.    Jadilah pendengar yang baik, berkomunikasi tidak hanya untuk dimengerti tetapiuntuk mengerti


Daftar Pustaka
T. Hani Hndoko, Manajemen, BPFE – Yogyakarta, 1984.


Disusun Oleh :
LISA AMALIA                       01113107
ENDAH LILININGATI          01113004
ANGGI PUSPITASARI          01113003
MILA VITRIANA                   01213144

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates