Rabu, 18 September 2013
Ringkasan Materi Manajemen “T.Hani
Handoko”
BAB
1
PENGERTIAN
MANAJEMEN
A.Dasar
Pemikiran
“Siapa Yang Membutuhkan
Manajemen?”Pertanyaan ini sering di jawab :”Perusahaan (bisnis)”! Tentu saja
sebagian besar benar,tetapi tidak lengkap,karena manajemen juga di butuhkan
untuk semua tipe kegiatan yang diorganisasikan dan dalam semua tipe organisasi.Anda mungkin pernah terlibat di dalam
organisasi yang ada di sekolah anda, seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah
Remaja, dan organisasi ekstrakurikuler lainnya. Dalam
berorganisasi tentunya Anda memiliki cara tersendiri
dalam mengelola organisasi tersebut. Pengelolaan dalam
berorganisasi
dikenal dengan istilah Manajemen.
Mungkin anda pernahmendengar istilah manajemen. Tahukah Anda, apa itu manajemen? Mungkinsaat anda berorganisasi di
sekolah telah mengetahuinya. Dengan disadari atau tidak, anda telah
melakukan kegiatan manajemen? Bagaimana pelaksanaan
pengelolaan
(manajemen) organisasi menurut kaidah keilmuan? Apakah
yang menjadi
unsur-unsur manajemen tersebut? Apakah manajemen tersebut dapat
diterapkan pada semua bidang?
Sebelum membahas unsur-unsur manajemen,
perlu diketahui pengertian manajemen.
Banyak ahli yang mengemukakan pengertian manajemen dan pengertian yang diungkapkannya berbeda-beda bergantung pada
keahliannya masing-masing. Berikut
beberapa pengertian manajemen yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
a. Prof. Oei Liang Lee
Manajemen adalah ilmu dan seni
merencanakan, mengorganisasikan,
mengarahkan, mengoordinasikan, serta mengawasi
tenaga manusia
dengan bantuan alat-alat untuk mencapai
tujuan.
b. George R. Terry
Manajemen adalah pencapaian tujuan dengan
menggunakan
bantuan orang lain.
c. L. Gulick
Manajemen adalah ilmu pengetahuan yang
menjelaskan mengapa
dan bagaimana manusia bekerja sama untuk
mencapai tujuan dan
mengajarkan bagaimana sistem kerja sama
yang lebih bermanfaat bagi
kemanusiaan.
d. James Stoner
Manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan,
dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dengan meng gunakan
sumber daya yang ada dalam organisasi untuk
mencapai tujuan.
e. Frederick Winslow Taylor
Manajemen adalah suatu percobaan yang
sungguh-sungguh untuk
menghadapi setiap persoalan yang muncul
dalam sebuah perusahaan
dan organisasi.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa manajemen
merupakan aktivitas
manusia dalam organisasi dengan bantuan
sumber-sumber daya dan fasilitas
untuk mencapai tujuan.Jadi secara garis besar
manajemen tersebut bersifat universal.Sehingga
dapat disimpulkan,bila seorang manajer mempunyai pengetahuan dasar manajemen
dan mengetahui cara menerapkan pada situasi yang ada,dia akan dapat melakukan
fungsi –fungsi manajerial dengan efisien dan efektif.Seorang manajer tentu saja
harus cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dan perubahan
lingkungan.
MENGAPA MANAJEMEN
DIBUTUHKAN ? ? ?
Mengapa manajemen dibutuhkan oleh semua
organisasi,karena tanpa manajemen semua usaha akan sia-sia dan pencapaian
tujuan akan lebih sulit.Ada tiga alasan utama diperlukan manajemen:
1. Untuk mencapai tujuan
2. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi
2. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi
Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan
benar,sedangkan Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat
atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
B. Aplikasi-aplikasi yang berbeda
dari istilah Manajemen
Ada empat aplikasi yang berbeda dari istilah manajemen. Istilah manajemen
dapat digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan:
1. Pengelompokan Pekerjaan. Manajemen berarti suatu
kelompok orang yang melaksanakan tugas-tugas atau fungsi-fungsi manajerial.
2. Seorang Individu. yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.
3. Suatu disiplin akademik. Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atausuatu bidang studi.
4. Suatu proses. Manajemen juga merupakan suatu proses; karena mencakup pelaksanaan suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.
2. Seorang Individu. yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.
3. Suatu disiplin akademik. Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atausuatu bidang studi.
4. Suatu proses. Manajemen juga merupakan suatu proses; karena mencakup pelaksanaan suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.
C. Sumber Daya Dalam Manajemen
1. Man (factor manusia adalah yang paling menentukan)
2. Money (uang yang diuntuk mencapai tujuan)
3. Mathodes (cara kerja atau system kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan)
4. Materials (bahan-bahan yang diperlukan)
5. Machines (mesin-mesin yang diperlukan untuk mencapai tujuan)
6. Market (pasar atau pemasaran sebagai tempat untuk memperjualbelikan hasil produksi
2. Money (uang yang diuntuk mencapai tujuan)
3. Mathodes (cara kerja atau system kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan)
4. Materials (bahan-bahan yang diperlukan)
5. Machines (mesin-mesin yang diperlukan untuk mencapai tujuan)
6. Market (pasar atau pemasaran sebagai tempat untuk memperjualbelikan hasil produksi
BAB II
MANAJEMEN DAN MANAJER
MANAJEMEN DAN MANAJER
Secara umum “manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab
atas bawahan dan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya.Manajer dapat
diklasifikasi dengan dua cara : menurut tingkatan mereka dalam organisasi(rendah,
menengah dan tinggi). Dan kegiatan-kegiatan organisasi untuk mana mereka
bertanggung jawab (manajer umum dan fungsional).
A. Tingkatan Manajemen
1) Manajemen pertama Merupakan tingkatan paling rendah
dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional,
dalam tingkatan ini para manajer di sebut dengan kepala atau pemimpin, mandor
(foremen), dan penyelia (supervisors)
2) Manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.
3) Manajer Puncak. Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecileksekutif. Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemenorganisasi. Sebutan khas manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi,wakil presiden senior, dan sebagainya.Perbedaan tingkatan manajemen akan membedakan pula fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan
2) Manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.
3) Manajer Puncak. Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecileksekutif. Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemenorganisasi. Sebutan khas manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi,wakil presiden senior, dan sebagainya.Perbedaan tingkatan manajemen akan membedakan pula fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan
BAB III
MANAJER DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI
MANAJER DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI
Faktor-faktor
lingkungan eksternal
Lingkungan eksternal
terdiri atas unsur-unsur di luar organisasi, yang sebagian besar tak dapat
dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer. Organisasi
mendapatkan masukan-masukan yang dibutuhkan, seperti bahan baku, dana tenaga
kerja,dan energi dari lingkungan eksternal, mentransformasikan menjadi produk
dan jasa, dan kemudian memberikan sebagai keluaran-keluaran kepada lingkungan
eksternal Lingkungan eksternal mempunyai baik unsur-unsur yang berpengaruh
lansung (lingkungan eksternal mikro) dan berpengaruh tidak langsung (lingkungan
ekstern makro). Lingkungan ekstern mikro terdiri dari para pesaing, penyedia,
langganan, lembaga-lembaga keungan,pasar tenaga kerja, dan perwakilan-perwakilan
pemerintah. Unsur-unsur lingkungan eksterrnal makro mencakup teknologi,
ekonomi, politik dan sosial yang mempengaruhi iklim dimana organisasi
beroperasi dan mempunyai potensi menjadi kekuatan-kekuatan sebagai lingkungan
ekstern mikro.
Organisasi Dan
Lingkungan
Lingkungan ekstern
mempengaruhi manajer-manajer bervariasi menurut tipe dan tujuanorganisasi. Hal
ini berbeda di antara posisi-posisi dan fungsi-fungsi dalam suatu organisasidan
bahkan antara tingkatan-tingkatan hirarki di dalam organisasi. Jadi, manajer
padaperusahaan A mungkin lebih dipengaruhi faktor-faktor dalam lingkungan
ekstern dibandingmanajer pada perusahaan B, eksekutif dipengaruhi lebih
daripada pekerja klerikal, danpegawai administrasi kantor dibanding manajer
divisi penjualan
Tanggung jawab sosial
Manajer
Tanggung jawab sosial
berarti bahwa manajemen mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi di dalam
pembuatan keputusannya. Dengan demikian manajer sekarang dituntut untuk
mengimplementasikan etika berusaha, terutama dalam hubungannya denganlangganan,
karyawan, penemu teknologi, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan-perusahaan
lain, para penyedia, kreditur, pemegang saham, pemerintah dan masyarakat pada
umumnya.Ada lima faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan pada masalah etika,
yaitu : (1)hukum, (2) peraturan-peraturan pemerintah, (3) kode etik industri
dan perusahaan, (4)tekanan-tekanan sosial, dan (5) tegangan antara standar
perorangan dan kebutuhanorganisasi. Faktor-faktor ini mempengaruhi etika
manajer dengan tingkatan dan pada bidang-bidang fungsi yang berbeda-beda
BAB
IV
PROSES PERENCANAAN
PROSES PERENCANAAN
Pengertian
perencanaan
Perencanaan adalah
pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yangharus
dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat
dicapaidengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam mana
perencanaandan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode
sekarang pada saat rencana dibuat.Empat Tahap
dasar Perencanaan :
1.
Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
2. Merumuskan keadaan saat ini.
3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
2. Merumuskan keadaan saat ini.
3. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan.
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
Alasan-alasan
perlunya perencanaan
Ada dua alasan dasar
perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai
1. “protective benefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, dan
2. “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
1. “protective benefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, dan
2. “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
Manfaat
perencanaan
a. membantu manajemen untuk menyesuaikan diri denganperubahan-perubahan lingkungan,
b. membantu dalam kristalisasi persesuaian padamasalah-masalah utama,
c. memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaranoperasi lebih jelas,
d. membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat,
e. memberikancara pemberian perintah untuk beroperasi,
f. memudahkan dalam melakukan koordinasidiantara berbagai bagian organisasi,
g. membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebihmudah dipahami,
h. meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
i. menghemat waktu, usaha dan dana.
a. membantu manajemen untuk menyesuaikan diri denganperubahan-perubahan lingkungan,
b. membantu dalam kristalisasi persesuaian padamasalah-masalah utama,
c. memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaranoperasi lebih jelas,
d. membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat,
e. memberikancara pemberian perintah untuk beroperasi,
f. memudahkan dalam melakukan koordinasidiantara berbagai bagian organisasi,
g. membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebihmudah dipahami,
h. meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
i. menghemat waktu, usaha dan dana.
Kelemahan
perencanaan
a.
pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkinberlebihan pada
kontribusi nyata,
b. perencanaan cenderung menunda kegiatan,
c. perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi,
d. kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual danpenanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi,
e. ada rencana-rencanayang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.
b. perencanaan cenderung menunda kegiatan,
c. perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi,
d. kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual danpenanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi,
e. ada rencana-rencanayang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.
Ada dua tipe utama
rencana :
1. rencana-rencana strategik (strategik plans), yang dirancang memenuhi tujuan-tujuan organisasi yang lebih luas.
2. rencana-rencana operasional (operational plans), ada dua tipe-tipe rencana operasional. Rencana sekali pakai (single use plans), rencana tetap (standing plans).
1. rencana-rencana strategik (strategik plans), yang dirancang memenuhi tujuan-tujuan organisasi yang lebih luas.
2. rencana-rencana operasional (operational plans), ada dua tipe-tipe rencana operasional. Rencana sekali pakai (single use plans), rencana tetap (standing plans).
penguraian lebih
terperinci bagaimana rencana-rencana strategik akan dicapai.
a)
Rencana-rencana Sekali Pakai Rencana sekali pakai adalah serangkaian
kegiatan terperinci yang kemungkinan tidakberulang dalam bentuk yang sama di
waktu mendatang. Sebagai contoh,perencanaan perusahaan untuk membangun gudang
baru karena adanya perluasan usaha akan memerlukan rencana sekali pakai khusus
bagi proyek tersebut, walaupun perusahaan telah membangun sejumlah gudang lain
di waktu yang lalu.
b) Rencana-rencana TetapWujud umum rencana-rencana tetap adalah kebijaksanaan, prosedur dan aturan.Rencana-rencana ini sekali ditetapkan akan terus diterapkan sampai perlu diubah(modifikasi) atau dihapuskan. Sekali ditetapkan, rencana tetap memungkinkan paramanajer menghemat waktu yang digunakan untuk perencanaan dan pembutankeputusan karena situasi-situasi yang sama ditangani secara konsisten.
b) Rencana-rencana TetapWujud umum rencana-rencana tetap adalah kebijaksanaan, prosedur dan aturan.Rencana-rencana ini sekali ditetapkan akan terus diterapkan sampai perlu diubah(modifikasi) atau dihapuskan. Sekali ditetapkan, rencana tetap memungkinkan paramanajer menghemat waktu yang digunakan untuk perencanaan dan pembutankeputusan karena situasi-situasi yang sama ditangani secara konsisten.
BAB
V
PENETAPAN TUJUAN ORGANISASI
PENETAPAN TUJUAN ORGANISASI
Misi dan Tujuan
Organisasi
Sebelum organisasi
menentukan tujuan-tujuan, terlebih dahulu harus menetapkan misi ataumaksud
organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang
maksudorganisasi. Misi suatu organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar
yangmembedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan
mengindentifikasikan ruanglingkup operasi dalam hal produk dan pasar. Misi
merupakan perwujudan dasar filsafat para pembuat keputusan strategik
perusahaan, mencerminkan konsep diri perusahaan, serta menunjukan bidang-bidang
produk atau jasa pokok dan kebutuhan-kebutuhan langgananutama yang akan
dipuaskan perusahaan.Tujuan organisasi ialah suatu pernyataan tentang keadaan
yang diinginkan di manaorganisasi bermaksud untuk merealisasikan dan sebagai
pernyataan tentang keadaan diwaktu yang akan datang di mana organisasi sebagai
kolektifitas mencoba untukmenimbulkannya. Tujuan organisasi merupakan
pernyataan tentang keadaan atau situasiyang tidak terdapat sekarang tetapi
dimaksudkan untuk dicapai di waktu yang akan datangmelalui kegiatan-kegiatan
organisasi.
Berbagai Fungsi Tujuan
Organisasi
Konsep tujuan organisasi dipandang secara luas mempunyai beberapa fungsi penting yangbervariasi menurut waktu dan keadaan. Berbagai fungsi tujuan antara lain sebagai berikut :
Konsep tujuan organisasi dipandang secara luas mempunyai beberapa fungsi penting yangbervariasi menurut waktu dan keadaan. Berbagai fungsi tujuan antara lain sebagai berikut :
1. Pedoman bagi
kegiatan.
2. Sumber legitimasi.
3. Standar pelaksanaan.
4. Sumber motivasi.
5. Dasar rasional
pengorganisasian.
Tipe-tipe
Tujuan
1. Tujuan kemasyarakatan (Societal goals).
1. Tujuan kemasyarakatan (Societal goals).
2. Tujuan keluaran
(Output goals).
3. Tujuan sistem
(Sistem goals).
4. Tujuan produk
(Product goals).
5. Tujuan turunan
(Derived goals)..
Bidang-bidang
Tujuan
Peter Drucker, selama bekerja sebagai konsultan untuk GE, mengidentifikasikan secaraterperinci 8 bidang pokok dimana perusahaan harus menetapkan tujuan. Bidang-bidang itu adalah :
1. Posisi pasar. Perusahaan harus menetapkan tujuan mengenai bagian pasar yang akan “direbut”.
2. .Produktifitas. Adalah rasio antara masukan dengan keluaran organisasi.
3. Sumber daya phisik dan keuangan.
4. Profitabilitas. Tujuan-tujuan laba penting untuk mencapai tujuan-tujuan lain.
5. Inovasi. Ada kebutuhan terus menerus akan produk atau jasa baru dan inovatif.
6. Prestasi dan pengembangan manajer. Kelangsungan hidup banyak organisasi tergantung pada kekuatan manajemen yang inovatif.
7. Prestasi dan sikap karyawan. Karyawan operatif melaksanakan sebagian besarpekerjaan normal dan rutin di setiap organisasi.
8. Tanggung jawab sosial dan publik. Tujuan-tujuan ini ditetapkan perusahaan untuk “menangani” boikot publik, kegiatan-kegiatan hukum, kegiatan-kegiatanpemerintah, kelompok-kelompok berkepentingan, dan sebagainya.
Peter Drucker, selama bekerja sebagai konsultan untuk GE, mengidentifikasikan secaraterperinci 8 bidang pokok dimana perusahaan harus menetapkan tujuan. Bidang-bidang itu adalah :
1. Posisi pasar. Perusahaan harus menetapkan tujuan mengenai bagian pasar yang akan “direbut”.
2. .Produktifitas. Adalah rasio antara masukan dengan keluaran organisasi.
3. Sumber daya phisik dan keuangan.
4. Profitabilitas. Tujuan-tujuan laba penting untuk mencapai tujuan-tujuan lain.
5. Inovasi. Ada kebutuhan terus menerus akan produk atau jasa baru dan inovatif.
6. Prestasi dan pengembangan manajer. Kelangsungan hidup banyak organisasi tergantung pada kekuatan manajemen yang inovatif.
7. Prestasi dan sikap karyawan. Karyawan operatif melaksanakan sebagian besarpekerjaan normal dan rutin di setiap organisasi.
8. Tanggung jawab sosial dan publik. Tujuan-tujuan ini ditetapkan perusahaan untuk “menangani” boikot publik, kegiatan-kegiatan hukum, kegiatan-kegiatanpemerintah, kelompok-kelompok berkepentingan, dan sebagainya.
Management
By Objectives (MBO)
Management By
Objectives atau MBO pertama kali diperkenalkan oleh peter Drucker dalambukunya
The Practice of Management pada tahun 1954. Prosesnya juga berjalan dengan
nama-nama lain, termasuk “manajemen berdasarkan sasaran”, “manajemen
berdasarkanhasil”, atau “management by results”, “goals management”, “work
planning and review”,“goals and controls”, “joint target setting”, dan
sebagainya. Walaupun menggunakan nama-nama yang berbeda prosesnya adalah sama.
MBO telah berkembang sangat terkenal,terutama dalam-organisasi-organisasi
besar. Pada hakekatnya MBO menekankanpentingnya peranan tujuan dalam
perencanaan efektif.
Sistem MBO
Berikut ini akan diuraikan unsur-unsur umum yang selalu ada dalam berbagai sistem MBO yang efektif :
Berikut ini akan diuraikan unsur-unsur umum yang selalu ada dalam berbagai sistem MBO yang efektif :
1.Komitmen pada
program.
2.Penetapan tujuan
manajemen puncak
.3.Tujuan-tujuan
perseorangan.
4. Partisipasi
5.Otonomi dalam implementasi rencana
.6.Peninjauan kembali
prestasi.
Kekuatan
dan kelemahan MBO
Dalam suatu survey terhadap para manajer, Tosi dan Carroll mengemukakan kebaikan-kebaikan berbagai program MBO, yang dapat diperinci sebagai berikut :
Dalam suatu survey terhadap para manajer, Tosi dan Carroll mengemukakan kebaikan-kebaikan berbagai program MBO, yang dapat diperinci sebagai berikut :
1. Memungkinkan para
individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
2.Membantu dalam perencanaan
dengan membuat para manajer menetapkan tujuandan sasaran.
3.Memperbaiki
komunikasi antara manajer dan bawahan.
4. Membuat para
individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi.
5. Membuat proses
evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan padapencapaian tujuan
tertentu. Ini juga memungkinkan para bawahan mengetahuikualitas pekerjaan
mereka dalam hubungannya dengan tujuan organisasi.
BAB
VI
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Manajemen
sering mempunyai masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasiyang
efektif adalah penting bagi para manajer, paling tidak untuk dua alasan.
Pertama,komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen
perencanaan,pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai. Kedua, komunikasi
adalahkegiatan untuk mana para manajer mencurahkan sebagian besar proporsi
waktu mereka.Proses komunikasi memungkinkan manajer untuk melaksanakan
tugas-tugas mereka. Jadi,manajer dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen
mereka hanya melalui interaksi dankomunikasi dengan pihak lain.
A.
Pengertian Komunikasi
Komunikasi
adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasidari
seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih
darisekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi
wajah, intonasi,titik putus vokal dan sebagainya.Komunikasi, sebagai suatu
proses dengan mana orang-orang bermaksud memberikanpengertian-pengertian
melalui pengiringan berita secara simbolis, dapat menghubungkanpara anggota
berbagai satuan organisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula,sehingga
sering disebut rantai pertukaran iniformasi. Konsep ini mempunyai unsur-unsur :
1.
suatu kegiatan untuk membuat seseorang mengerti,
2. suatu sarana pengaliran informasidan
3. suatu sistem bagi terjalinnya komunikasi di antara individu-individu.
2. suatu sarana pengaliran informasidan
3. suatu sistem bagi terjalinnya komunikasi di antara individu-individu.
B.
Saluran Komunikasi Dalam Organisasi
1.
Komunikasi Vertikal
Komunikasi vertikal terdiri atas komunikasi ke atas dan ke bawah sesuai rantai perintah. Komunikasi ke bawah (downward communication) dimulai dar manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatakan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah. Maksud utama komunikasi ke bawah adalah untuk memberi pengarahan, informasi, instruksi nasehat/saran dan penilaian kepada bawahan serta memberikan informasi kepadapara anggota organisasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.Fungsi utama komuniksasi ke atas (upward communication) adalah untuk mensuplaiinformasi kepada tingkatan manajemen atas tentang apa yang terjadi pada tingkatanbawah.
Komunikasi vertikal terdiri atas komunikasi ke atas dan ke bawah sesuai rantai perintah. Komunikasi ke bawah (downward communication) dimulai dar manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatakan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah. Maksud utama komunikasi ke bawah adalah untuk memberi pengarahan, informasi, instruksi nasehat/saran dan penilaian kepada bawahan serta memberikan informasi kepadapara anggota organisasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.Fungsi utama komuniksasi ke atas (upward communication) adalah untuk mensuplaiinformasi kepada tingkatan manajemen atas tentang apa yang terjadi pada tingkatanbawah.
2.
Komunikasi Lateral atau Horizontal
Komunikasi lateral atau horizontal meliputi hal-hal berikut ini :
a. Komunikasi di antara para anggota dalam kelompok kerja yang sama.
b. Komunikasi yang terjadi antara dan di antara departemen-departemen padatingkatan organisasi yang sama.
Komunikasi lateral atau horizontal meliputi hal-hal berikut ini :
a. Komunikasi di antara para anggota dalam kelompok kerja yang sama.
b. Komunikasi yang terjadi antara dan di antara departemen-departemen padatingkatan organisasi yang sama.
3.
Komunikasi Diagonal
Komunikasi Diagonal Merupakan komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintahorganisasi. Hal ini sering terjadi sebagai hasil hubungan-hubungan departemen linidan staf.
Komunikasi Diagonal Merupakan komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintahorganisasi. Hal ini sering terjadi sebagai hasil hubungan-hubungan departemen linidan staf.
C.
Pedoman komunikasi yang baik
1. Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum dikomunikasikan.
2. Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi.
3. Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akandilakukan.
4. Konsultasikan dengan pihak-pihak lain, bila perlu dalam perencanaan komunikasi.
5. Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai isi dasar berita selamaberkomunikasi.
6. Ambil kesempatan, bila timbul, untuk mendapatkan segala sesuatu yang membantuatau umpan balik.
7. lebih lanjut komunikasi yang telah dilakukan.
8. Perhatikan konsistensi komunikasi.
9. Tindakan atau perbuatan harus mendorong komunikasi.
10. Jadilah pendengar yang baik, berkomunikasi tidak hanya untuk dimengerti tetapiuntuk mengerti
1. Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum dikomunikasikan.
2. Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi.
3. Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akandilakukan.
4. Konsultasikan dengan pihak-pihak lain, bila perlu dalam perencanaan komunikasi.
5. Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai isi dasar berita selamaberkomunikasi.
6. Ambil kesempatan, bila timbul, untuk mendapatkan segala sesuatu yang membantuatau umpan balik.
7. lebih lanjut komunikasi yang telah dilakukan.
8. Perhatikan konsistensi komunikasi.
9. Tindakan atau perbuatan harus mendorong komunikasi.
10. Jadilah pendengar yang baik, berkomunikasi tidak hanya untuk dimengerti tetapiuntuk mengerti
Daftar Pustaka
T. Hani Hndoko, Manajemen, BPFE – Yogyakarta, 1984.
Disusun Oleh :
LISA AMALIA 01113107
ENDAH LILININGATI 01113004
ANGGI PUSPITASARI 01113003
MILA VITRIANA 01213144
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar